Mahasiswa Sejarah Dan Peradaban Islam: Melaksanakan Simulasi Sidang Mahkamah Konstitusi
Tangerang Selatan, Berita FAH Online - Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam melalui mata kuliah Pendidikan Pancasila melaksanakan simulasi sidang Mahkamah Konstitusi untuk mahasiswa semester 2 sebagai praktik dari proses pembelajaran di kelas. Pada Rabu (06/05/2026) di ruang teater Abdul ghani lantai 5, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta. Dihadiri oleh dosen mata kuliah pendidikan pancasila Akhmad yusuf, M.Hum dan mahasiswa semester 2 program studi sejarah dan peradaban islam UIN Jakarta membuat suasana simulasi sidang terasa lebih nyata.
Acara ini merupakan praktik lansung dari pembelajaran materi yang diberikan dikelas, seperti yang disampaikan oleh Akhmad yusuf, M.Hum dosen mata kuliah pendidikan pancasila “ diadakannya acara ini bertujuan untuk mentransformasikan nilai-nilai abstrak pancasila menjadi pengalaman pembelajaran praktis terkhusus bagi mahasiswa SPI, dengan adanya simulasi ini diharapkan agar mahasiswa tidak hanya menghafal teori, tetapi bisa mempraktikan langsung bagaimana dasar negara terutama asas negara demokrasi (sila ke-4) dan keadilan (sila ke-5) diterapkan dalam penyelesaian masalah dan sistem hukum di Indonesia” Ujarnya.
Sebagai simulasi sidang mahkamah Konstitusi acara ini dipersiapkan dengan sangat matang, terlihat dari adanya mahasiswa yang menjadi petugas sidang, tidaknya hanya itu para mahasiswa yang menjadi petugas, bahkan telah mempersiapkan seluruh argumen dan pasal-pasal yang nantinya akan dilayangkan ketika sidang berlangsung. Antusiasme acara ini sangat luar biasa, mahasiswa yang menjadi petugas tidak sekedar membaca naskah yang sudah dibuat, tetapi juga beradu argumen dengan pasal-pasal dan data yang sudah disiapkan sebelumnya.
Menurut Nabil fakhry mahasiswa semester 2 Sejarah dan Peradaban “simulasi sidang kemarin sangat bermanfaat bagi mahasiswa agar wawasannya terbuka terhadap kondisi yang sedang berlangsung di negara ini, simulasi ini juga memberikan sudut pandang baru kepada saya terhadap materi yang diajarkan di kelas yang dimana simulasi ini lebih memberikan pandangan secara nyata kepada mahasiswa terkait situasi sidang mahkamah konstitusi dan juga membuka cakrawala saya terkait ilmu hukum serta perundang-undangan di indonesia”Ujarnya.
Oleh karena itu simulasi sidang ini diharapkan menjadi wadah mahasiswa Program studi Sejarah dan Peradaban Islam untuk memahami hukum dan perundang-undanagan di indonesia dan juga menjadi titik awal membangun keahlian publik speaking mahasiswa melalui penyampaian argumen dan pokok pembahasan masalah di dalam suasana sidang mahkamah konstitusi.
Penulis: Ahmad Daffa Rasyidi
Dokumentasi:

