Langkah Baru FAH UIN Jakarta: Siapkan Double Degree MSKI Bertaraf Internasional
Langkah Baru FAH UIN Jakarta: Siapkan Double Degree MSKI Bertaraf Internasional

Tangerang Selatan, Berita FAH Online -  Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) menggelar rapat persiapan pembukaan program Double Degree Magister Sejarah Kebudayaan Islam (MSKI) pada Kamis, 30/04/2026 di ruang sidang dekanat lantai 2.

Rapat ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Din Wahid, M.A., Ph.D; Jejen Jaenudin, S.Ag., M.Ed., Ph.D (Lembaga Penjaminan Mutu); Muhammad Zuhdi, M.Ed., Ph.D (Guru Besar UIN Jakarta); serta Arif Zamhari, M.Ag., Ph.D (Ketua PLKI), beserta jajaran dekanat FAH dan dosen senior Program Studi MSKI.

Dalam sambutannya, Dekan FAH Dr. Ade Abdul Hak, S.Ag., S.S., M.Hum menekankan pentingnya kesepakatan di tingkat universitas sebagai dasar pelaksanaan program di tingkat fakultas.
Ia juga menggarisbawahi bahwa persiapan, termasuk pembiayaan, harus dilakukan secara serius dan terstruktur dengan mengacu pada standar internasional seperti ACQUIN. Program double degree, menurutnya, tidak dapat dijalankan secara parsial dan memerlukan perencanaan yang matang.

Sementara itu, Wakil Rektor Din Wahid, M.A., Ph.D menyampaikan bahwa program double degree harus menjadi prioritas universitas. Program ini diharapkan menjadi legacy institusi sekaligus strategi dalam meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, program ini juga menjadi peluang untuk memperluas jejaring global dalam bidang Islamic Studies.

Dalam diskusi, disampaikan bahwa FAH memiliki dua program magister dengan akreditasi unggul yang potensial untuk dikembangkan dalam skema double degree. Salah satu fokus utama adalah memperkuat kerja sama pembiayaan dengan LPDP dan Kementerian Agama. Dukungan dari mitra internasional seperti Oslo juga disebut telah tersedia, dengan harapan adanya kolaborasi pendanaan yang lebih luas.
Program MSKI dinilai telah memenuhi salah satu syarat penting, yaitu kemampuan berbahasa Inggris, mengingat banyak dosen merupakan alumni luar negeri. Hal ini menjadi modal penting dalam pelaksanaan program double degree berbasis internasional.

Dalam sesi diskusi, sejumlah masukan strategis juga disampaikan. Salah satunya menekankan bahwa pengembangan program tidak hanya berorientasi pada kampus mitra, tetapi juga pada bidang keilmuan yang memiliki kekhasan, seperti Islamic History. Selain itu, konsep double degree perlu dirumuskan secara komprehensif, termasuk mekanisme kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri serta penyesuaian dengan persyaratan masing-masing institusi.

Selain itu, disampaikan bahwa peserta program double degree harus memenuhi standar internasional, termasuk kesiapan akademik dalam kurun waktu satu tahun sebelum keberangkatan. Mahasiswa juga diwajibkan untuk memenuhi seluruh persyaratan kelulusan dari kedua institusi yang terlibat.

Diskusi berlangsung secara serius dan antusias, dengan berbagai masukan konstruktif dari peserta rapat demi terwujudnya program ini.

Rapat ini menjadi langkah awal dalam mematangkan konsep dan implementasi program double degree di FAH, dengan harapan dapat segera direalisasikan sebagai program unggulan yang berdaya saing global.

Penulis: Sukasih Nur / Deny Saputra

Dokumenatasi: 

Website FAH UIN(2)

Website FAH UIN(3)

Tag :