FAH UIN Jakarta Gelar 2nd International Conference on Digital Humanities 2026, Perkuat Riset Humaniora Berbasis Teknologi Etis dan Kritis
Gedung FAH, Berita FAH Online – Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan 2nd International Conference on Digital Humanities (ICODH) 2026 pada Rabu (9/9/2026). Konferensi internasional ini menjadi forum akademik untuk memperkuat pengembangan riset humaniora yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara kritis, etis, dan bertanggung jawab.
ICODH 2026 menghadirkan sejumlah keynote speaker dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Pada bidang History of Islamic Civilization, hadir Prof. Dr. Ahmad Sunawari Long dari National University of Malaysia (UKM), Prof. Dr. Jajat Burhanuddin, M.A. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Farid Mat Zain, Ph.D. dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Bidang Library Science menghadirkan Prof. Naushad Ali dari Aligarh Muslim University, India, Dr. Ida Farida, M.LIS. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Dr. Priya Vaidya dari Lovely Professional University, India.
Sementara itu, bidang Arabic Literature menghadirkan Prof. Mohd. Sanaullah dari Aligarh Muslim University dan Ali Hasan Al Bahar, Lc., M.A. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Bidang Translation Studies menghadirkan Dr. Fathallah Muhammad Fathallah al-Zagzig dari Al-Azhar University, Mesir, dan Assoc. Prof. Ali Hamed Al-Farsi dari Asharkia University, Oman. Adapun bidang English Literature menghadirkan Prof. Danielle Haque, Ph.D. dari Minnesota State University, Mankato, Amerika Serikat, serta Prof. Dr. H. Muhammad Farkhan, M.Pd. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Kegiatan ini dipandu oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FAH UIN Jakarta, Prof. Usep Abdul Matin, M.A., M.A., Ph.D., selaku Convener sekaligus Penanggung Jawab kegiatan. Konferensi dihadiri oleh Dekan FAH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Ade Abdul Hak, S.Ag., S.S., M.Hum., para wakil dekan, dosen, mahasiswa, serta sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Hadir pula Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi, S.Ag., S.H., M.H., M.A., yang mewakili Rektor sekaligus menyampaikan sambutan pembukaan. Ia mengapresiasi penyelenggaraan ICODH 2026 sebagai forum akademik internasional yang mempertemukan akademisi dan peneliti dari Indonesia maupun berbagai negara. Menurutnya, tema Digital Humanities sangat relevan dengan perubahan lanskap akademik dan intelektual di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). “The future of technology cannot be separated from the future of humanity,” tegas Prof. Tholabi. Ia menekankan bahwa humaniora memiliki peran penting dalam memastikan perkembangan teknologi tetap berpijak pada nilai kemanusiaan melalui refleksi etis, sensitivitas budaya, kebijaksanaan sejarah, dan perspektif kritis. Ia berharap ICODH 2026 melahirkan gagasan baru, memperluas jejaring akademik, serta membuka peluang kolaborasi internasional yang berkontribusi bagi pengembangan pendidikan, kebudayaan, dan pengetahuan.
Sementara Dekan FAH Dr. Ade Abdul Hak menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber yang berpartisipasi dalam ICODH 2026. Ia menegaskan bahwa Digital Humanities bukan sekadar penggunaan teknologi, melainkan bagaimana teknologi dimanfaatkan secara kritis, etis, dan bertanggung jawab untuk memperkuat riset humaniora. Menurutnya, pendekatan tersebut memiliki peran strategis dalam pengembangan riset, pelestarian warisan budaya, serta perluasan akses pengetahuan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), arsip dan perpustakaan digital, linguistik komputasional, serta pengelolaan dan analisis data digital. Ia juga menyampaikan bahwa ICODH 2026 mendapat antusiasme tinggi dengan melibatkan 106 presenter, terdiri atas 84 presenter dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan 22 presenter dari berbagai institusi dalam dan luar negeri, di antaranya University of Algiers, Aligarh Muslim University, dan Yarmouk University.
Seluruh narasumber menyampaikan materi sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Rangkaian kegiatan day 1 ICODH 2026 berlangsung dalam dua sesi hingga pukul 16.00 WIB. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias dan aktif berinteraksi melalui diskusi bersama para narasumber. Antusiasme dan partisipasi aktif peserta tersebut mendapat respons positif dari para narasumber, khususnya pembicara dari berbagai perguruan tinggi luar negeri.
Melalui penyelenggaraan ICODH 2026, FAH UIN Jakarta terus memperkuat perannya sebagai ruang akademik yang mendorong kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara. Konferensi ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi riset, memperluas jejaring akademik internasional, sekaligus memperkuat kontribusi ilmu-ilmu humaniora dalam merespons perkembangan teknologi dan berbagai tantangan di era masyarakat digital
Penulis: Nadhira Sonja Isinbayeva, Khilda Aqila Sepiani, Kasih Nur
Dokumentasi:
